1
Radikal bebas adalah molekul tidak stabil yang memiliki elektron tidak berpasangan sehingga sangat reaktif. Molekul ini dapat merusak komponen penting sel seperti DNA, protein, dan membran sel. Jika jumlahnya berlebihan, radikal bebas memicu stres oksidatif yang berkontribusi terhadap proses penuaan dan berbagai penyakit kronis. Radikal bebas dapat terbentuk dari dalam tubuh (endogen), misalnya sebagai hasil samping metabolisme normal di mitokondria dan proses peradangan, maupun dari luar tubuh (eksogen) seperti paparan polusi, radiasi, asap rokok, dan senyawa prooksidan dalam makanan. Untuk menjaga keseimbangan tersebut, tubuh memiliki sistem antioksidan yang berfungsi menetralisir radikal bebas. Secara umum, antioksidan dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok besar, yaitu antioksidan enzimatik (umumnya bersifat endogen) dan antioksidan non-enzimatik (sebagian besar bersumber dari luar tubuh/eksogen, meskipun ada yang diproduksi di dalam tubuh). Antioksidan enzimatik adalah an...